Sabtu, 30 Januari 2010

tahun baru hijriah vs tahun baru masehi

Tahun Hijriah adalah tahun perhitungan Islam berdasarkan peredaran bulan. Tanggal satu Hijriah dihitung dari sejak Hijrahnya Rasulullah salallahi alaihi wasalam dari kota Mekah ke kota Madinah. Makna Hijrah dalam arti lahirnya adalah berpindah dari suatu tempat ke tempat lain yang dirasakan lebih baik. Hijrah dalam arti lebih luas lagi adalah berpindah dari suatu yang tidak baik ke sesuatu yang lebih baik lagi dalam segala hal. Dalam makna inilah Tahun baru Hijrah sering diperingati untuk mendapatkan moment untuk intropeksi diri setahun yang lalu dan untuk bertekad merubah diri agar tidak mengulangi kesalahan masa lalu dan berbuat yang lebih baik di masa datang ditahun yang baru.

Tahun baru Islam baik diperingati karena mengingatkan kita akan perjuangan Rasulullah salallah alaihi wasalam akan perjuang menegakkan Islam. Akhirnya dengan momen tahun baru Islam ini sebagai alternatif peringatan tahun baru saya mengajak marilah kita bersama dalam tahun baru Islam ini kita jadikan sarana untuk Intropeksi diri dan evaluasi diri menuju kearang yang lebih baik lagi.

Sementara apa yang kita banggakan dengan tahun Hijriah itu sendiri, jika sampai saat ini di masjid-masjid, pesantren, dan berbagai lembaga pendidikan sosial dan dakwah Islamiah masih juga enggan menggunakan kalender Hijriah. Dan yang lebih miris, perayaan tahun baru Masehi lebih meriah dengan segala acara pesta pora sementara tahun Hijriah itu tidak mempunyai makna dan arti sama sekali terutama dikalangan generasi muda. Sampai kapan umat Islam akan terus menerus bertekuk lutut dibawah kacung Imperium Romawi yang menjajah umat Islam dengan penanggalan Masehinya yang dirayakan dengan begitu mewah, meriah dan semangat oleh anak-anak bahkan orang tua kita yang muslim. Jadi, kesimpulannya perayaan tahun hijriah mari dijadikan sati momen untuk memperoleh perubahan diri agar kesalahan masa lalu tidak terulang lagi…….


Tidak ada komentar:

Posting Komentar